Lelaki yang suka bertanya-tanya
Jika berdua dia lupa
Jika sendiri ia kembali bertanya
Apa saya hanya menipu diri?
Apa saya membohongi nurani?
Mari duduk dan dengarkan saya
Ucapan dari hatimu sejak lama
Bahwa dia bukan hawa
Bukan jodohmu sedari awal mula
Tentu perjalanan masih panjang
Tidak perlu tergesa melangkah
Ambil waktumu dan timbanglah
Mari duduk dan dengarkan saya
Ia yang kamu cinta
Tidak sesempurna yang kau kira
Kau amat-amati cela kau dapati
Sayang sekali Tuan,
Ia datang hanya karena permukaanmu
Tidak pernah menyentuh ke dalammu
Tidak menerima untuk yang terburuk
Tidak menerima kejelekan dan kemiskinan
Sayang sekali Tuan,
Jika badai sebenarnya datang, ia tak dapat menolong
Ia tidak anggun
Tidak lembut dalam setiap hal
Tidak selalu manis bertutur
Ya mungkin Tuan cinta dia
Masa-masa sulit telah dilewati
Usahanya patut dihargai
Tapi Tuan,
Bagaimana jika ia ternyata
Jauh lebih jelek dari yang kau kira
Dan kau melewatkan cinta
Yang seharusnya kau punya?
Tentu cinta yang harusnya dipunya
adalah yang selalu kau ingini
Dalam hati kecilmu
Tanda tanya yang ingin kau jawab
Jembatan yang ingin kau lewati
Sungai yang ingin kau susuri
Maka Tuan,
Mari kita berdua duduk dan amati
Tidakah kau rasakan
Bahwa cintamu yang sebenarnya
Menunggu untuk kau temui?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar