Lucu rasanya menonton American Beauty (1999) pas setelah It's a Wonderful Life (1946) karena seperti mengkontraskan 2 kehidupan keluarga dari 2 masa yg berbeda. Yang satu keluarga klasik bahagia, yang satu keluarga urban yg disfungsi. hahahhaha...
It's a Wonderful Life adalah pemenang, dia tentu lebih abadi, pure, original, good-hearted, wise. Film yang cantik. aku suka pas adegan tap dance Mary dan George yang mereka kecebur di kolam. So originally funny and make me joyful. Tampilan hitam putih dan teknologi minim sama sekali tidak mengganggu, masih sangat enak ditonton. kekuatan film drama klasik (yg everlasting) bagi aku adalah dia mengangkat sesuatu yg esensial, nilai yang gak akan pudar. tapi itu juga kelemahannya, dia mengangkat sesuatu yg udah sering kita dengar (dulu mungkin engga) dan mungkin sudah tidak relevan lagi di jaman sekarang. berapa banyak sih keluarga yg perfectly happy kyk George n Mary?
Btw to Asep Smith, I already mention about that stage-like performance that unnatural in vintage films, did u see it?
So... I prefer American Beauty. I'm so glad i Watch this film right now, not when i'm teen n stupid. So, I can watch it wisely and extract every gud things in them. This movie for me is sympathetically funny (black humor funny), so new, so real (in ironic cartoon way). It's done. Like it. The ending, wew, that's how films must be, surprising. I like surprise. But not stupid zombie surprise.
Wonderful Life cantik tapi gak nyata bagi aku. Indah dan abadi. tentang second chance, mengingatkan aku dgn Chrismast Carol. Tapi aku masih merasa bolong di sana-sini. Meninggalkan mimpi demi keluarga? George happy dengan itu selamanya? Apa ia gak merasa bolong ya, spt, Lester di American Dreams?
I guess Life has been more complicated these days... Dan lagi hanya bbrp org mungkin yang beruntung menjadi lilin yang terang seperti George. Hanya satu lilin yang terang, tapi ruangan yang begitu besar (kebanyakan orang) adalah gelap, bolong, sangat terserap oleh diri sendiri.
Hal yang baik adalah ini mengingatkan saya betapa kehidupan orang lain dapat mempengaruhi kehidupan kita, dan (jika beruntung) kehidupan kita mempengaruhi orang lain. Bagi saya itu adalah, ibu saya, ayah dan beberapa guru dan buku. mengejutkan ya betapa buku bisa mengubah kita?
So, yeah, semangat natal. tapi agak bolong juga memikirkan saya bukanlah lilin yang terang. kebanyakan orang bukan lilin yang terang, kok, santai. Tapi kamu, Asep Smith adalah salah satu lilin saya, hahah.
American Beauty menggigit. keluarga yang disfungsi. sama, ada second chance. Lester yang merindukan kemudaannya. keluarga yang bolong. mental yang bolong. Ilusi American Dream. Saya suka karena saya juga bolong. I can relate to it. Seeing things like that make me understand human more..
So, selamat menonton. Tentunya anda tidak menganggap review ini serius krn sy emg ga punya latar belakang yang memadai dan niat yang cukup untuk membuat ini teratur. Tapi, yah, saya cukup senang bisa bicara ini-itu
hohoho.
Lightpoet6-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar