Seiring dengan "the pursuit to ideal image" otak saya tiba-tiba dapat pencerahan tentang memilih busana yang tepat untuk anda. Tentu saja selalu berjangkar pada omongan Epictetus:
"Know yourself first, then adorn yourself accordingly."
Jadi berbusana yang bijak adalah memulainya dari dalam ke luar.
Bukan dari luar, trend, belanja ke dalam. Ini adalah masalah state of mind.
Baju itu, mas, mbak, tidak terbatas. Tiap hari ada aja keluar model baru. Kita pikir waktu kita liat di toko, wah kita gak akan nemu baju secocok ini atau semurah ini dengan brand ini lagi, maka kita harus beli, beli beli!
Nyatanya, tidak. Baju, fashion, sale itu TAK TERBATAS. Itu UNLITIMED dan SELALU ADA.
------------------------------------------Balada korban sale-----------------------------------
Nyatanya sebagian besar manusia di dunia punya state of mind dimana baju bagus dan murah itu jarang. Makanya kalau liat baju murah, tapi kualitas sedang-sedang saja, langsung dibeli. Dianggep good deal. Walhasil liat lemari mereka, penuh dengan baju murah-murah yang gak gitu bagus.
Akhirnya, ga dipake juga krn emang ga gitu spesial. Cuma ditimbun-timbun ampe membludak. akhirnya dikasih-kasih alias dibuang deh.
Ngasih makan tuh big retailers aja. Bos-bos perut gendut makin gede perutnya.
SALE dikira jarang. Padahal ya tu retailers makan mostly dari SALE.
-------------------------------------------SALE perusak STYLE--------------------------------
Kalo kamu gak tau pasti baju seperti apa yang kamu suka, dan flattering di badan kamu, kamu bakal beli apapun yang ada di sale. Jadinya, style kamu campur aduk ga jelas. semacam campuran baju murah apa adanya. Gak ada presence, gak ada kekuatan sama sekali.
Orang harus punya image dulu di kepalanya, tentang baju spt apa yg mengekpresikan dirinya, baru berbelanja dengan hati-hati di sale.
Orang yang berbelanja tanpa Plan, akan membuang-buang uang.
Karena, apa artinya busana jika tak memperindah pemakainya.
Menulis adalah cara paling gampang melepas stress. Belanja itu mahal dan makan membuat gemuk. Makanya blog ini dibuat.
Senin, 29 Desember 2014
Kamis, 25 Desember 2014
In the pursuit of ideal image
25 December 2014
Rasanya tak bisa diterima sekarang sudah penghujung 2014, tapi begitulah kenyataanya.
Luka lama hilang dan luka baru dibuat, permainan lama yang selalu berulang.
Pertanyaan yang sangat bagus untuk diajukan saat ini adalah:
Apa yang harus dilakukan esok hari? Menimbang besok adalah cuti (clearing leaves) yang didapat dengan cuma-cuma selama 2 hari.
Tiket kereta belum dibooking, Form PR belon diisi. Kerjaan 3d sgala macem belum dipertajam. Kayak gak ada abisnya ni kerjaan.
IMPORTANCE over URGENCY
Yah, ngomong sih gampang. Melakukan yang setengah mati.
Rasanya tak bisa diterima sekarang sudah penghujung 2014, tapi begitulah kenyataanya.
Luka lama hilang dan luka baru dibuat, permainan lama yang selalu berulang.
Pertanyaan yang sangat bagus untuk diajukan saat ini adalah:
Apa yang harus dilakukan esok hari? Menimbang besok adalah cuti (clearing leaves) yang didapat dengan cuma-cuma selama 2 hari.
Tiket kereta belum dibooking, Form PR belon diisi. Kerjaan 3d sgala macem belum dipertajam. Kayak gak ada abisnya ni kerjaan.
IMPORTANCE over URGENCY
Yah, ngomong sih gampang. Melakukan yang setengah mati.
Langganan:
Komentar (Atom)