5 September 2013, 10 hari menjelang gajian.
Untuk mengikuti seorang mentor kita harus menghormati dan menghargainya. Kita akan mempercayai dia akan menuntun kita ke arah yang benar sehingga kita bisa menjadi seorang ahli dengan sense yang terasah.
Ada kalanya kita akan berbenturan kepentingan karena kita adalah orang yang tidak berpengalaman, masih tahap belajar sedangkan mentor adalah seseorang yang telah benar-benar ahli.
Seorang mentor berpikir dengan pikirannya yang sudah terasah, mereka lebih dewasa, fokus dan tahu betapa penting pekerjaannya. Mereka tentu lebih mementingkan pekerjaannya daripada kita, karena itulah mata pencaharian mereka.
Menjadi seorang murid, kita harus bijaksana. Kita harus belajar untuk memandang pekerjaan kita juga sepenting guru kita memandangnya. Kita harus belajar memahami kedalaman perasaan dan kesereriusan dari para master.
Kesusahan dari dari perbedaan pendapat, gesekan, teguran karena kesalahan bukan sesuatu yang harus membuat kita terpukul. Kita sedang ada dalam suatu perjalanan menuju mastery. Masalahnya adalah, bagaimana kita menanggapi teguran dari mentor kita?
Apakah kita merasa tertuduh, tak enak hati dan akhirnya diam saja. Atau kita dapat mengintrospeksi diri dan berusaha lebih baik lain kali.
Berikut beberapa hal yang ditemui pada mentor saya dan harus saya pelajari:
1. Fokus
2. Ketelitian sbg kebiasaan (habit)
3. Kesabaran
4. Keseriusan dalam tiap proyek besar maupun kecil. Jangan lihat uangnya namun lihat itu sebagai sebuah kesempatan.
Ciao bebe!

